Anugerah Mahadaya Budaya, Apresiasi pada Insan Seni Budaya
Posted on | July 12, 2011 | 1 Comment

Seni Budaya adalah kekayaan nusantara. Hasil olah cipta, rasa dan karsa yang menciptakan kesejatian karakter bangsa. Mahadaya yang terhimpun dalam nama budaya, takkan lekang tertelan jaman. Pada ulang tahun ke-9, Kabare mempersembahkan Anugerah Mahadaya Budaya. Sebuah penghargaan kepada insan seni budaya. Baik individu maupun lembaga di Yogyakarta atas pengabdian pada seni budaya. Penghargaan juga diberikan kepada negara yang telah memberikan apresiasi dan kontribusi terhadap seni budaya. Ada empat kategori penghargaan yang diberikan; Nugraha Sengkuyung, Nugraha Karya, Nugraha Lastari, dan Nugraha Setya. Beberapa individu atau lembaga terpilih untuk menerima penghargaan kali ini.
Nugraha Sengkuyung merupakan penghargaan kepada negara yang memberikan kontribusi dan apresiasi nyata terhadap seni dan kebudayaan Indonesia. Kali ini diberikan kepada Pemerintah Kerajaan Belanda atas bermacam kerjasama nyata dalam bentuk perhatian dan dukungan materi. Penghargaan diserahterimakan oleh Deputi Meneg BUMN RI Pandu Jayanto kepada Direktur Pusat kebudayaan Indonesia-Belanda Karta Pustaka Anggi Minarni, selaku perwakilan resmi Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta.
Nugraha Karya merupakan penghargaan atas prestasi seseorang untuk mengembangkan dan mengangkat seni tari tradisi hingga tingkatan yang lebih luas. Tahun ini, penghargaan Nugraha Karya diberikan kepada penari Didik Nini Thowok. Bagi Didik yang telah menggeluti tari sejak berumur 12 tahun, tarian tak sekadar gerak indah namun juga sarat simbol dan metafora budaya. Ia pun mencipta dan mengembangkan beragam tarian serta menularkan pada anak didiknya. Anugerah ini diserahkan oleh Ir Danang Wibowo, Direktur Litbang sekaligus Pemimpim Redaksi Kabare Magazine.
Nugraha Lastari merupakan penghargaan kepada seseorang atau organisasi atas upaya aktif melestarikan kekayaan seni-budaya tradisi . Berbagai macam cara bisa dilakukan sebagai upaya pelestarian. Seperti pasangan suami-istri Hadi Nugroho dan Dewi Sukaningsih, yang mengabadikan seni batik melalui pendirian museum pada 12 Mei 1979.Mengoleksi lebih dari 1500-an kain batik. Diserahkan oleh Direktur Eksekutif Kabare Magazine, KRMT Indro ‘Kimpling’ Suseno dan diterima oleh R Ng Jumima Dewi Sukaningsih.
Nugraha Setya merupakan penghargaan atas pengabdian seorang insan menekuni bidang seni-budaya tradisi . Kali ini terpilih RAy. B. Marmien Sardjono Josodipuro sebagai penerima penghargaan. Wanita berusia 87 tahun ini tetap setia menggeluti seni paes. Marmien bersama sejumlah pemaes lain mendirikan himpunan ahli seni paes HASTANATA di Yogyakarta tahun 1978. Diberikan oleh Direktur Utama Kabare Magazine, Drg R Eddy Poerjanto.
Tim Redaksi
Tags: anugerah > budaya > jogja > jogjakarta > penghargaan > seni > yogya > yogyakarta
Comments
-
Fajar Setyo Hartono























