Aksi Teatrikal Chabatz d’ Entrar
Posted on | September 6, 2011 | No Comments
Tapak kaki-kaki kokoh berpijak pada permukaan balok-balok kayu. Sebuah permainan ketrampilan lemparan keseimbangan yang mampu membuat penonton terhenyak dalam ketertegunan.

Mendengar kata sirkus, alam imajinasi kita pun melayang pada sekumpulan manusia penghibur yang berkeliling dari kota ke kota untuk mempertontonkan atraksi kebolehan mereka. Aksi jungkir balik di arena, permainan sulap menarik kelinci dari topi atau kelucuan tingkah polah badut berkaki jenjang mengayuh sepeda roda satu dan seekor macan buas yang lari menerobos masuk melewati lingkaran api.
Seperti halnya olah sirkus papan yang dibawakan oleh grup Chabatz d’ Entrar dari Perancis. Grup yang didirikan di Limousin, daerah Perancis Daratan yang dikenal sebagai penghasil daging sapi dan kayu ini berdiri tahun 1997. Beranggotakan empat pemain yaitu Cyrille, Damien Caufepe, Oliver Leger dan Silvere Bartoux. Seniman Kayu Chabatz d’ Entrar memulai tournya di Kota Yogyakarta ini untuk karya mereka yang ke-11 dengan judul ‘Mobile’.

Membawakan tampilan kesatuan yang indah antara objek teater, komedi dan akrobatik. Pertujukan permainan titian kayu, tarian papan kayu dan pergerakan besar- besaran dari balok- balok kayu yang tersusun diagonal, vertikal serta horisotal. Kayu-kayu berat dan panjang dilemparkan satu sama lain, digulingkan, lalu dipikul dan dipanjat begitu saja.
Para pemain terlihat bermain kompak dan dinamis, membangun kerjasama utuk menterjemahkan rangkaian konsep cerita yang ada. Kecakapan koordinasi otak, daya keseimbangan dan kekuatan ototpun dipakai dalam adegan berteaterikal. Mereka menuangkannya melalui penyampaian gerak gerik dan mimik muka yang penuh penjiwaan.

Aksi yang dilakukan rombongan Chabatz d’ Entrar tak pelak mengundang derai tawa sekaligus ketakjuban para penonton dengan berbagai trik. Terlebih jika atraksi yang ditampilkan seolah mampu memancing ketegangan dan memacu adrenalin. Paduan musik dan sound effect pendukung semakin menghanyutkan perhatian penonton pada aksi gila mereka. Ratusan penonton tetap tak bergeming sejak pertunjukan dimulai hingga usai.
Pertunjukan sirkus penelusuran alur konstruksi kayu ini diselenggarakan oleh Lembaga Indonesia Perancis dalam rangka Musim Semi Perancis 2011, di Pusat pengembangan Pemberdayaan Pendididk dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Seni dan Budaya, Ngaglik Sleman Yogyakarta.
Mei Ratri, Foto: Budi Prast























